-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Catatan Pasca HUT Kota Padang ke 357. Makna Makan Bajamba Itu Kebersamaan Rakyat, Bukan Sesama Pejabat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T23:16:19Z

 

Guguak Malalo pasanyo rami

Nagari tanamo di Batusangka

Batanyo juo galanggang rami

Apo bana makan bajamba


Banda Dareh Nagari Binang

Tasabuik juo puncak batu badindiang

Tradisi kuliner di Ranah Minang

Makan Basamo duduk bakuliliang


Gunung Singgalang tagak manjago

Danau Singkarak janiah aianyo

Basamo  rakyaik manjalin raso

Bukan sasamo pajabaik duduk baselo


Pariangan desa tarindah di dunia

Balingka bukik bakuliliang sawah

Kato tasirek jo makan bajamba

Tagak Samo tinggi duduk samo randah




Makan bajamba tradisi kuliner Minangkabau yang sudah mendunia. Bukan sekedar makan bersama, ada makna mendalam dan menjadi simbol. Rasa kebersamaan, kesetaraan, menghormati tamu dan saat musyawarah mencari kata mufakat


Sepantun dengan itu, makan bajamba disebut juga makan barapak, merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Minangkabau. Duduk bersama melingkar di lantai dalam satu ruangan  menyantap hidangan dari satu wadah atau talam besar secara bersama sama, merayakan kebersamaan dan kesetaraan


Makan Bajamba di HUT Kota Padang ke 357


Terlepas berbagai versi makan bajamba. Beragam cerita mengupas tradisi kuliner Ranah Minang itu. Ada yang menarik saat perayaan HUT Kota Padang ke 257 tahun 2026 ini. Pemko Padang gelar 'Padang Bajamba' di Gedung Bagindo Aziz Chan, Youth Center, Jumat (7/8)


Makan bajamba sebuah simbol kebersamaan sekaligus mempertegas komitmen Kota Padang menuju Kota Gastronom Dunia, hanya diselenggarakan untuk kalangan atas saja. Seakan mengenyampingkan makna yang melekat pada makan bajamba, 'tagak  Samo tinggi duduk samo randah'


Padahal, perayaan HJK itu, dari rakyat untuk rakyat, tapi kalangan tertentu yang menikmati. Terkesan mewah dan megah. Tamu yang datang pun  papan atas. Sebut saja  Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf, Walikota Hildesheim (Jerman)


Termasuk juga Sekjen Kementerian Luar Negeri Denny Abdi dan  Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella. Tampak juga hadir, Ketua Umum Dunia Melayu Islam (DMDI) Indonesia Datuk Said Ali, jajaran pejabat kementerian, unsur Forkopindo, delegasi mancanegara


Ada juga  rektor perguruan tinggi se Kota Padang hingga pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang. Ya, berpikir positif saja. Bisa jadi tahun ini, makan bajamba undangan dan kalangan tertentu saja. Rakyat hanya bisa menyaksikan hidangan dan undangan yang merasakan nikmat makan malam berbungkus makan bajamba


Terpinggirkan Makna Makan Bajamba



Ulang tahun Kota Padang, perayaan lahirnya Kota Bingkuang. Dimaknai pestanya warga Kota Padang, menyambut bertambahnya usia kota mereka. Tahun ini, warga ikut menikmati pesta yang diselenggarakan Pemko Padang. Macam macam kegiatan menghibur hingga ditutup penampilan artis Judika


Begitu juga makan bajamba, wargapun disungguhkan tontonan yang mengharukan walau hanya lewat media sosial. Pejabat dan kalangan atas menikmati makan bersama dengan hidangan menggugah selera. Warga hanya melihat saja, tak diajak makan bajamba. Ya, apalah daya, makan bajamba bukan pesta warga 


Inipun mengundang tandanya, apakah makan bajamba sudah sesuai dengan maknanya, kebersamaan rakyat. Filosofis minang, makan bajamba adalah kebersamaan, tak dibatasi kasta dan status sosial.


Kepala daerah, pejabat, warga, ninikmamak, anak muda duduk setara. Sebab, makan bajamba moment silaturahmi, mempererat kebersamaan. Tapi, yang terjadi saat ulang tahun kota ini, seharusnya 'rakyat bararak' malah jadi 'pejabat bararak'


Penulis

Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update