-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman dan Kekerasan Terhadap Wartawan Tak Meredupkan Informasi ke Publik. Jurnalis Ibu dari Semua Kebebasan dan Kemajuan

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T00:45:52Z

 





Cando mantari tarangi siang

Bulan sinari galoknyo malam

Jadi suluah di nan kalam 

Tiado wartawan dunia ko kalam


Bait lagu tasangkuik cinto jo wartawan ini, menunjukkan betapa mulianya tugas wartawan


Terjadi lagi, sampai kapan begini. Tugas mulia, bak mentari menyinari bumi, bulan sinari malam, jadi suluh banyak orang, tiada wartawam dunia kelam, seakan dikebiri. Meredupkan informasi dan mematikan demokrasi


Padahal, wartawan itu mengemban tugas mulia. Penjaga demokrasi, mengungkap kebenaran, menyuarakan tak bersuara. Mata dan telinga masyarakat dan agen perubahan. Menulis dengan hati, menyelidiki dengan akal


Jurnalis adalah ibu dari semua kebebasan dan kemajuan. Ketika seorang jurnalis sudah turun lapangan, ia berjuang segenap upaya untuk mendapatkan informasi yang berharga ditengah masyarakat. Tak perduli panas dan hujan, siang dalam malam. Dia ada kapan dan dimana


Kenapa Wartawan Harus Jadi Korban


Entahlah, mengapa wartawan masih menjadi korban kekerasan. Padahal, dalam menjalankan tugas dilindungi UU Pers. Kok, diintimidasi hingga mengalami kekerasan, bahkan korban pembunuhan. Sejahat itukah wartawan, sehingga harus dimusnahkan


Tak terbantahkan, kekerasan terhadap jurnalis, makin marak terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini. Diintimidasi, diteror, mengalami kekerasan fisik. Menjadi peringatan genting ditengah menurunnya indeks kemerdekaan pers dan ekosistim industri media yang sedang tidak baik baik saja


Seharusnya, wartawan memberitakan, malah mereka jadi bahan pemberitaan. Tugas mulia, berubah duka. Investigasi dilapangan,  Informasi yang digali, seakan menggali kuburan sendiri. Karena, bukan kebenaran yang terungkap, tapi perlawanan didapat. Seakan wartawan penghalang kejahatan para penjahat berdasi


Matinya Demokrasi


Kekerasan yang menerpa wartawan, tidak saja meredupkan informasi ke publik, juga  merusak demokrasi. Sebagai pilar ke empat pers, kekerasan akan melemahkan fungsi pengawasan. Padahal, media berfungsi sebagai 'anjiang penjaga' publik terhadap kekuasaan eksekutif, legilatif dan yudikatif. 


Ketika diintimidasi, diteror, diancam, wartawan tak dapat melaporkan pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan. Ini mengakibatkan terkikisnya kebebasan pers, menghalangi tugas yang bebas dan indenpenden. Padahal, kebebasan pers merupakan pilar demokrasi


Buruknya sistim demokrasi, maraknya kasus ilegal ilegal, melibatkan berbagai pihak, termasuk oknum aparat. Mereka merasa terganggu, dengan  investigasi dilakukan dan pemberitaan. Mereka menganggap jurnalis penghalang permainan. Makanya, intimidasi, ancaman dilakukan demi memuluskan kejahatan. Bersambung


Penulis

Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update