-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bencana Bukan Ajang Pencitraan dan Arena Membuat Konten

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T02:25:01Z

 




Basanda Kapa di Muaro

Di Palinggan urang badayuang sampan

Dima hati Indak ka ibo

Bancano manjadi tampek pancitraan


Manambang urang di Aia Bangih

Jalan batutuik nan jo pergoden

Sairing bancano jo Isak tangih

Disinan inyo mambuek konten


Memilukan, disaat air mata warga masih membasahi pipi. Tangisan langit tiada henti. Bencana datang silih berganti. Warga kedinginan, kehilangan tempat tinggal dan dievakusi. Seharusnya, kita bijak menyikapi situasi. Dengan mata dan hati melihat kondisi yang terjadi.


Kalau tak bisa meringankan beban, setidaknya mendoakan, agar saudara kita terdampak bencana, tabah menghadapi cobaan ini. Dan, badai bencana ini, cepat berlalu, sehingga warga segera menjalani aktifitas kembali. Walau harus merajut luka hati, akibat bencana ini


Memanfaatkan Keadaan Membuat Konten Pencitraan


Miris dan menyayat hati. Seakan kehilangan nurani terhadap musibah yang terjadi. Datang kelokasi bencana, bukan ikut larut dalam duka. Membantu dan meringankan beban warga terdampak bencana. Bukan bantuan dan makanan yang dibawa, tapi pengawal membawa kamera


Berlagak sibuk sana sini. Berbungkus meninjau lokasi, tangan menunjuk genangan air. Merendam air seakan peduli. Kamera mengikuti setiap langkah, mengabadikan setiap tingkah. Diharapkan kehadirannya membawa berkah, meringankan beban warga terkena musibah, malah makin parah


Ada yang lebih miris lagi, berenang digenangan air, membantu warga evakuasi. Menunjuk kiri kanan, bak menyelesaikan persoalanm  Bekerja menggunakan jas hujan. Membuat orang heran, seharusnya mencari solusi, bukan berkeliling melihat lokasi Aksi heroik itu, dilakukan di depan kamera. Ya, luar biasa


Gunakan Jari dan Hati dengan Bijak


Tak ada aturan dilarang membuat konten di lokasi bencana. Pencitraan ditengah derita warga. Boleh boleh saja, karena momen sangat tepat, beraksi di lokasi bencana, peduli penderitaan warga. Tapi, jangan sekedar konten saja, ada bantuan dibawa dan kerja nyata membantu warga terdampak bencana


Sebab, membuat konten yang memanfaatkan penderitaan orang, tidak etis dan tidak manusiawi. Seharusnya, kita empati terhadap warga yang terimbas bencana. Bijaklah bermedia sosial. Bijaklah dengan jari dan hati. Janganlah biar jari, lebih cepat dari akal sehat. Jangan biar hati, melukai perasaan lain, demi sebuah konten


Penulis

Novri Investigasi

×
Berita Terbaru Update